PENYEBAB STROKE DAN PENCEGAHANNYA

 

GEJALA STROKE

Jika anda mulai merasakan gejala stroke, perkembangan penyakit tersebut biasanya tidak berjalan secara kontinu, melainkan diselingi dengan periode stabil kemudian berkembang menjadi lebih parah meski terkadang juga ada indikasi perubahan ke arah membaik meski tidak begitu jelas. Gejala stroke yang munculpun tergantung dari bagian otak yang terkena. Pada umumnya, efek penyakit sttroke adalah kelemahan atau kelumpuhan lengan, tungkai, atau salah satu sisi tubuh.

Beberapa gejala penyakit stroke yang berhubungan dengan gangguan fungsi anggota gerak adalah sebagai berikut :

>> Penurunan kekuatan anggota gerak

>> Mati rasa pada lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh

>> Mati rasa sebelah badan

>> Terasa kesemutan

>> Terasa panas

>> Hilangnya kendali terhadap kandung kemih atau ngompol

>> Kesulitan berjalan

>> Langkah kaki mengecil

>> Pusing atau perasaan berputar

>> Penglihatan terganggu

>> Luas pandangan berkurang

>> Penglihatan kabur sesaat

>> Masalah pendengaran berkurang

 

AKIBAT STROKE

 Stroke juga bisa menyebabkan edema atau pembengkakan otak. Hal tersebut berbahaya karena ruang dalam tengkorak sangat terbatas. Tekanan yang timbul bisa lebih jauh merusak jaringan otak dan memperburuk kelainan neurologis, meskipun strokenya sendiri tidak bertambah luas. Kelainan neurologis yang terjadi akibat serangan stroke bisa lebih berat atau bertambah luas, berhubungan dengan koma atau stupor, dan sifatnya menetap. Selain itu, stroke bisa menyebabkan depresi atau ketidakmampuan untuk mengendalikan emosi. Banyak penderita yang mengalami kesembuhan dan kembali menjalankan fungsi normalnya, namun banyak juga yang mengalami kelumpuhan fisik dan mental, tidak mampu bergerak, mengalami gangguan berbicara, dan kesulitan melakukan aktifitas makan secara normal.

 

PENYEBAB STROKE

Stroke juga erat kaitannya dengan gangguan pembuluh darah. Stroke terjadi karena adanya gangguan aliran darah ke bagian otak. Bila ada bagian otak yang kekurangan suplai darah secara tiba-tiba, penderita akan mengalami gangguan persyarafan sesuai bagian otak yang terserang. Gejala yang muncul dapat berupa lumpuh sebelah (hemiplegia), berkurangnya kekuatan sebelah anggota tubuh (hemiparesis), gangguan bicara, dan gangguan rasa (sensasi) di kulit wajah, lengan atau tungkai. Ada beberapa faktor resiko stroke yang sering teridentifikasi seperti pada penjelasan di bawah.

Hipertensi

Hipertensi dapat disebabkan oleh aterosklerosis atau sebaliknya. Proses ini dapat memicu pecahnya pembuluh darah atau timbulnya thrombus sehingga mengganggu aliran darah celebral.

Aneurisma Pembuluh Darah Cerebra

Adanya kelainan pembuluh darah yakni berupa penebalan pada satu bagian yang diikuti oleh penipisan di bagian lain. Pada derah penipisan dengan manuver tertentu dapat menimbulkan pendarahan.

Kelainan atau Penyakit Jantung

Kerusakan kerja jantung akan menurunkan kardiak output dan menurunkan aliran darah ke otak. Disamping itu dapat terjadi proses embolisasi yang bersumber pada kelainan jantung dan pembuluh darah.

Diabetes Mellitus

Penderita diabetes berpotensi mengalami stroke karena 2 alasan, yaitu terjadinya peningkatan viskositas darah sehingga memperlambat alirah darah khususnya serebral dan adanya kelainan microvaskular sehingga berdampak juga terhadap kelainan yang terjadi pada pembuluh darah serebral.

Usia Lanjut

Pada usia lanjut terjadi proses kalsifikasi pembuluh darah, termasuk pembuluh darah otak. Semakin tua usia seseorang maka resiko terkena strokepun semakin tinggi.

Polocitemia

Pada policitemia, viskositas darah meningkat dan aliran darah menjadi lambat sehingga perfusi otak menurun.

Peningkatan Kolesterol (Lipid Total)

Kolesterol tubuh yang tinggi dapat menyebabkan aterosklerosis dan terbentuknya embolus dari lemak.

Merokok dan Kurang Aktifitas Fisik

Pada perokok akan timbul plague pada pembuluh darah oleh nikotin sehingga terjadi aterosklerosis. Sementara kurang aktifitas fisik dapat mengurangi kelenturan fisik termasuk kelenturan pembuluh darah atau pembuluh darah menjadi kaku, salah satunya pembuluh darah otak.

Obesitas

Seseorang yang mengalami obesitas dapat mengalami hipertensi dan peningkatan kadar kolesterol yang mengakibatkan gangguan pada pembuluh darah, salah satunya pada pembuluh darah otak.

Penggunaan Obat-obatan

Obat-obatan (misalnya Kokain dan amfetamin) juga bisa mempersempit pembuluh darah di otak dan menyebabkan stroke.

Hipotansi Parah

Penurunan tekanan darah yang tiba-tiba dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak yang kemudian menyebabkan pingsan atau tidak sadarkan diri. Stroke bisa terjadi jika tekanan darah rendah sangat berat dan menahun. Hal ini terjadi jika seseorang mengalami kehilangan darah dalam jumlah banyak karena cidera atau pembedahan, serangan jantung, atau irama jantung yang abnormal.

 

PENCEGAHAN STROKE

>> Diet rendah kolesterol

>> Kontrol asupan gula dan garam

>> Hindari obesitas

>> Hindari rokok, alkohol, dan obat terlarang

>> Lakukan olah raga atau aktifitas fisik

>> Hindari stres

>> Kontrol tekanan darah

>> Konsumsi obat pencegah stroke dari bahan alami

 

Beberapa jenis tumbuhan obat dan bahan alami yang dapat digunakan untuk mencegah dan mengatasi stroke antara lain :

1. Daun dewa

    Kegunaan : Antikoagulan, mencairkan bekuan darah, melancarkan sirkulasi darah, dan membersihkan racun.

    Bagian yang digunakan adalah daun dan umbinya. Dosis yang dianjurkan yaitu 15 - 30 grm daun segar dan 6 - 10 grm umbinya.

2. Mengkudu

    Kegunaan : Menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan kolesterol, dan kadar gula dalam darah, mencegah resiko terkena

    penyakit jantung dan stroke.

    Dosis yang dianjurkan yaitu 2 - 3 buah mengkudu matang.

3. Bawang putih

    Kegunaan : Melancarkan sirkulasi darah, mencegah pembekuan darah, menurunkan kolesterol, menurunkan tekanan darah,

    menurunkan gula darah, serta menambah sistem kekebalan tubuh.

4. Bawang Bombay

    Kegunaan : Mencegah penggumpalan darah, menurunkan kadar lemak, menurunkan tekanan darah, dan menurunkan gula darah.

5. Jamur kuping hitam

    Kegunaan : Mencegah stroke dan pendarahan otak, serta baik untuk jantung dan pembuluh darah.

6. Rumput Laut

    Kegunaan : Mencegah penyempitan pembuluh darah serta menurunkan kolesterol dan darah tinggi.

7. Terong ungu

    Kegunaan : Mencegah penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah, menurunkan kolesterol, dan menurunkan ketegangan

    saraf.

 

Sumber : CEKAL (Cegah & Tangkal)

Oleh     : Sutanto